Imbas Kasus All England, Kemenpora Siapkan Langkah Antisipasi Ini【Reform mahkota Eropa】

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:09 jadwal Liga Kejuaraan Snooker

"Yang keempat, banyak hal yang menjadi pelajaran dari All England kemarin. Khususnya yang menuntut kepada kami semua, baik regulator, KOI, cabor-cabor harus melakukan komunikasi secara lebih intens dengan federasi internasionalnya," kata Gatot.

Lihat Video: Hikmah yang Dipetik Indonesia dari Insiden All England

Menurut Gatot, rencana ini merupakan respons lanjutan kesimpulan saat rapat Kemenpora dengan Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu. Dalam laporan kesimpulan itu, DPR mendorong pemerintah dan PBSI untuk mengantisipasi manajemen risiko dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga di tengah pandemi COVID-19.

-

"Makanya kami akan mengusulkan di internal Kemenpora agar ada pertemuan Bapak Menteri (Zainudin Amali) dengan cabor-cabor, khususnya yang akan berangkat ke sejumlah event di luar dan dalam negeri. Langkah ini untuk memposisikan bagaimana mekanisme tata kelola mereka dalam pengiriman kontingen baik dalam maupun luar negeri," dia menjelaskan.

"Ada empat poin yang kami hasilkan pada rapat tadi. Pertama kami evaluasi atas kejadian tempo hari, lalu evaluasi tentang adanya surat, dan menatap ke depan seperti apa," kata Gatot kepada detikSport, usai rapat.

Kemenpora akan menggelar pertemuan dengan para perwakilan cabang olahraga di tanah air. Agendanya membahas antisipasi agar kasus All England 2021 tak terulang di cabang lain di kemudian hari.

Lantas kapan rencana duduk bersama itu bisa dilakukan? "Yang penting saya lapor Bapak Menteri dulu. Rencana saya sebelum masuk bulan puasa ada pertemuan secara virtual, mengingat urgensi beberapa cabor yang akan uji coba baik dalam dan luar negeri," Gatot menegaskan.

Usulan itu muncul setelah Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto melakukan rapat virtual bersama Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dan Sekjen KOI Ferry Kono, serta President Badminton Asia Confederation (BAC) Anton Subowo pada Sabtu (27/3/2021). Rapat itu sekaligus mengevaluasi kasus All England.

"Kalau tidak nanti kami salah dan juga yang paling penting agar jangan sampai kalau ada masalah baru mereka nengok ke KOI. Jadi KOI harus dipastikan keterlibatannya karena kalau berbau internasional itu berarti KOI," ujarnya.

"Tetapi di sisi lain ini menjadi pelajaran pada kami dalam konteks supaya mungkin dari kami harus ada regulasi yang lebih khusus mengatur masalah itu. Karena kalau cuma imbauan lain cerita. Itu poin yang ketiga."

[Gambas:Video 20detik]