[Enisiklopedia]Ibu Hamil dan Menyusui Tak Perlu Lagi Surat Rujukan Dokter untuk Vaksinasi COVID

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:09 jadwal Liga Kejuaraan Snooker

Belakangan beredar hoaks ibu hamil tidak aman mengikuti vaksinasi. Padahal ibu hamil adalah golongan yang rentan terkena dampak berat penyakit Covid-19.

** #IngatPesanIbu 

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Penting juga untuk mengingat bahwa masih ada syarat-syarat lainnya yang perlu dipenuhi para ibu hamil dan menyusui sebelum melakukan vaksinasi.

Menurut Nana, saat ibu hamil dan menyusui ingin melakukan vaksinasi, kondisi terpenting akan dilihat dari kondisi sang ibu. Apabila memang kondisinya dalam keadaan baik dan aman, maka vaksinasi aman dan diperbolehkan untuk dilakukan.

Sehingga, para bumil dan busui bisa langsung otomatis melakukan vaksinasi COVID-19 di tempat yang tersedia.

"Saat ini sudah diberikan edaran pada semua fasilitas kesehatan dan vaksinator bahwa ibu-ibu hamil dan menyusui yang ingin vaksin tidak perlu lagi meminta surat rujukan pada dokter," ujar Kepala Obstetri dan Ginekologi RSIA Bunda Jakarta, dr Nana Agustina, SpOG dalam konferensi pers Vaksinasi COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui bersama RSIA Bunda Jakarta pada Kamis, (14/10/21).

"Diutamakan adalah ibunya (kalau vaksinasi), bayinya itu relatif oke semua. Kalau ibu hamilnya baik, tensinya baik, imunnya baik, kemudian tidak sedang demam, tidak sedang terinfeksi penyakit, insya Allah semua bisa divaksin," ujar Nana.

Liputan6.com, Jakarta Apabila sebelumnya ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk membawa surat rujukan dari dokter untuk melakukan vaksinasi COVID-19, kini syarat tersebut tak perlu lagi dilakukan.

Tak hanya itu, vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil juga baru boleh diberikan apabila usia kandungan sudah mencapai 13 minggu. Periode vaksinasi yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan bagi ibu hamil ialah pada usia kandungan 13 hingga 33 minggu.   

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

"Pada ibu hamil dan menyusui (syarat vaksinasi) itu bila kondisinya sehat dan baik. Antara lain tensinya normal, tidak tinggi. Tidak ada kondisi kelainan imun, kemudian juga tidak ada infeksi berat. Ibu hamil kadang-kadang suka dalam kondisi tidak baik, tidak sehat. Misalnya dengan ginjal, kanker, itu enggak boleh,"

"Kalau punya diabetes tapi sudah terkontrol, itu boleh. Tapi kalau belum terkontrol, sebaiknya tidak. Jadi pada kasus-kasus ibu hamil yang benar-benar sehat dan semuanya baik itu kita boleh lakukan penyuntikan vaksin COVID-19 ini," kata Nana.