Rumah Ramah Anak, Solusi Polres Tasik Agar Lebih Santuy Ter【Dimana NBA bisa menonton hidup sekarang】hadap Anak

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:09 jadwal Liga Kejuaraan Snooker

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno mengatakan, peresmian rumah anak diilhami kesukseskan dalam penangan perkara yang menjerat Arul, anak di bawah umur yang akhirnya diangkat Kapolres sebagai anak angkat.

“Kita sudah ada tempat perlindungan anak yang terlibat pidana atau hukum. Kami siapkan tempat ramah anak, sebagai korban dan saksi,” ujarnya, Jumat,(23/7/2021).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, peresmian rumah ramah anak ini bertepatan dengan momen hari anak nasional.

“Shelter rumah ramah anak ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang berhadapan dengan hukum,” kata Ato.

Liputan6.com, Garut - Memperingati Hari Anak Nasional, Polres Tasikmalaya, Jawa Barat meresmikan rumah ramah anak sebagai shelter perlindungan anak di lingkungan hukum Polres Tasikmalaya. Fasilitas itu diharapkan jadi solusi bagi anak yang tengah menghadapi hukum.

Sebelumnya kasus yang menjerat Arul Miftahul Huda (13), warga binaan Polres Tasikmalaya, cukup menyedot perhatian publik kota Santri. Sebelumnya Arul, ditolak warga akibat mencuri.

Kini dengan hadirnya rumah ramah anak polres Tasik, Arul bersama anak-anak lainnya yang tengah berperkara bakal mendapatkan pendampingan, bimbingan serta perhatian dan kasih sayang. Ada secercah harapan, kelak dia bersama anak-anaknya lainnya menjadi polisi pengayom masyarakat.

Tidak hanya itu, Polres juga memberikan 400 buah bola kepada anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini sekaligus memperingati hari anak nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Juli.

Perlahan pola pembinaan yang diberikan Polres Tasikmalaya, membuat Arul luluh hingga lebih betah tinggal di kepolisian. Bahkan dalam perkembangan selanjutnya ia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam lingkungan Polres Tasikmalaya dan berbaur dengan anggota polisi.

Tak Ada Sinyal, Anak-Anak di Pegunungan Sumbawa Belajar di Rumah dengan Handy Talky

Dengan upaya itu, kehadiran rumah ramah anak bisa menjembatani persoalan hukum yang mendera anak-anak. “Hari ini kita yang menjaga anak, di masa akan datang kita yang dijaga oleh anak,” kata dia.